Ekspektasi Masyarakat Terhadap Bisnis Dan Akuntansi

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan atau lebih tepatnya keuntungan adalah hal yang pokok bagi kelangsungan bisnis, walaupun bukan merupakan tujuan satu-satunya. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk. Pertama, keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan dalam kegiatan bisnisnya. Kedua, tanpa memperoleh keuntungan, tidak ada investor yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang menjamin kemakmuran nasional. Ketiga, keuntungan memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya bertahan melainkan juga dapat menghidupi karyawan-karyawannya.

Masalah penyimpangan yang dilakukan oleh akuntan publik sering terjadi di berbagai negara. Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat. Read more of this post

Perubahan PSAK 24

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

PSAK 24 (Imbalan Kerja) Revisi 2013 telah efektif mulai tanggal 1 Januari 2015 dan berlaku retrospektif. PSAK 24R ini mengadopsi standar international IAS 19R. Perbedaan utama dengan PSAK sebelumnya adalah sebagai berikut:

Read more of this post

Qwest Case: Internal Control

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

Ketika Joseph Nacchio menjadi CEO Qwest pada Januari 1997, strategi untuk membangun jaringan serat optik di seluruh kota-kota besar di Amerika Serikat mulai bergeser ke arah layanan komunikasi. Pada saat Qwest merilis pendapatan pada tahun 1998, Nacchio menyatakan keberhasilan transisi Qwest dari sebuah Perusahaan konstruksi jaringan menjadi penyedia layanan komunikasi, mengalihkan Qwest menjadi Perusahaan multimedia terkemuka yang fokus pada konvergensi data, video, dan layanan suara. Read more of this post

Pemberian Sertifikat CA tahun 2015 kepada Akuntan Beregister Negara tanpa mengikuti ujian

Source: Ikatan Akuntan Indonesia

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah memberikan sertifikasi Chartered Accountant (CA) kepada sekitar 15.600 Akuntan Beregister Negara selama masa grandfathering yang berlangsung sejak CA diluncurkan pada 19 Desember 2012 hingga 31 Desember 2014. Dalam rangka memberikan kesempatan bagi Akuntan Beregister Negara untuk mendapatkan sertifikasi CA tanpa melalui jalur ujian, Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI memutuskan pemberian sertifikat CA tahun 2015 kepada Akuntan Beregister Negara. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan IAI No. Kep-01/P/DPN/IAI/III/2015 yang telah ditandatangani Ketua DPN IAI, Prof. Mardiasmo pada 2 Maret 2015. Read more of this post

Bias yang Tanpa Disadari Terjadi dalam Pelaporan Keungan dan Audit

Oleh:
Agustriana Putra, SE
Bellatrix Kahimpong, SE
Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA
 

Psikologi membedakan antara pertimbangan dengan keputusan. Pertimbangan (Judgment) adalah sebuah proses mengevalusi fakta dan keadaan, dan memformulasikannya dalam pendapat apakah itu wajar, hanya, akurat, material, atau cukup. Lebih lanjut lagi pertimbangan adalah dasar dalam membuat keputusan. Sedangkan Keputusan (Decision) adalah aksi yang secara khusus diambil atau pilihan yang dibuat oleh individu atau kelompok. Read more of this post

Creative Accounting

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Creative accounting (“CA”) pada dasarnya berarti permainan angka-angka dalam laporan keuangan. CA dapat bersifat positif maupun negatif, namun kecendrungannya saat ini banyak orang mengganggap CA sebagai tindakan ilegal karena memang ditujukan untuk perbuatan melawan hukum. Tulisan ini mencoba menyampaikan kenyataan yang sebenarnya tentang CA: alasan melakukannya, jenis-jenis CA, tujuan melakukannya dan cara-cara yang sering digunakan. Read more of this post

Penyampaian Laporan Tahunan Berdasarkan Peraturan Bapepam No. X.K.6

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Pada  hari rabu, tanggal 1 Agustus 2012, Bapepam dan LK telah menerbitkan satu peraturan yaitu Peraturan Nomor X.K.6 lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-431/BL/2012  tentang Penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Penerbitan peraturan ini mencabut Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-134/BL/2006 tanggal 7 Desember 2006 tentang Kewajiban  Penyampaian Laporan Tahunan Bagi  Emiten  dan Perusahaan Publik dan  Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-40/BL/2007 tanggal 30 Maret 2007 tentang Jangka Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Berkala dan Laporan Tahunan Bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang Efeknya Tercatat di Bursa Efek di Indonesia dan di Bursa Efek di Negara Lain. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers