Transparansi Beneficial Owner: Antara Regulasi, Kepercayaan Pasar, dan Tanggung Jawab Profesional

Oleh: Harry Andrian Simbolon (Alumni Lemhannas RI, Pengamat Tata Kelola)

Setelah petir MSCI menyambar akhir Januari lalu, selanjutnya beberapa hari lalu release Moody’s Investors Service pun menggelegar, ia mengubah prospek peringkat kredit kedaulatan Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun tetap mempertahankan peringkat pada level Baa2. Keputusan ini didasari kekhawatiran atas berkurangnya prediktabilitas dan koherensi dalam pembuatan kebijakan, termasuk komunikasi kebijakan yang kurang efektif. Yang terbaru adalah FTSE Russell menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026 seiring proses reformasi pasar modal Indonesia.

Read more of this post

Dari Krisis MSCI Menuju Transparansi


Oleh: Harry Andrian Simbolon (Alumni Lemhannas RI, Pengamat Tata Kelola)

Peringatan keras yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada akhir Januari 2026 terdengar seperti petir di siang bolong. IHSG mengalami koreksi 7,36% pada hari pertama perdagangannya dan terus terkoreksi hingga 16,7% selama dua hari perdagangan berikutnya. Hal ini bukanlah koreksi pasar biasa, tetapi merupakan tamparan keras bagi kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.

Read more of this post