Financial Planning and Analysis dan Tantangan Akuntan Perusahaan

evolution-of-finance-k12352-01Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., MAk., QIA., Ak., CA., CPA., CMA., CIBA

Banyak perubahan yang telah terjadi dalam profesi akuntan di Indonesia dalam satu dekade terakhir ini, terlebih bagi akuntan perusahaan yang rutin menghasilkan laporan keuangan setiap bulannya. Dampak terbesar yang dirasakan bukanlah karena perubahan standar akuntansi yang mengikuti standar internasional, tetapi justru digitalisasi yang tidak dapat dihindarkan lagi. Setidaknya ada dua tantangan besar yang dihadapi akuntan perusahaan saat ini: pertama, kesiapan menghadapi digitalisasi fungsi keuangan tersebut; dan kedua, disiplin ilmu lain yang semakin mendominasi. Read more of this post

Advertisements

Menjadi Pemain Global Membutuhkan Global Mindset

Suatu Permenungan bagi Pencari Kerja dan Pekerja di Bidang Akuntansi dan Bisnis

Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., MAk., QIA., Ak., CA., CPA., CMA

Saat ini departemen saya kedatangan mahasiswa magang dari Singapore Institute of Management dual degree dengan Royal Melbourne Institute of Technology Australia. Beberapa waktu yang lalu kami juga menerima mahasiswa magang dari Southampton University United Kingdom. Ditambah lagi dengan penerimaan karyawan baru dua bulan lalu, dari 12 calon karyawan yang diwawancarai ada 5 diantaranya yang merupakan lulusan luar negeri. Serangkaian peristiwa ini membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran minat mahasiswa dan pencari kerja di Perusahaan kami seiring dengan semakin meningkatnya value Perusahaan di mata masyarakat.

Read more of this post

Tantangan Dan Masa Depan Industri Telekomunikasi Dari Perspektif Keuangan

telco1Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE, MAk, QIA, Ak, CA, CPA

Sebelum ini perusahaan telekomunikasi (“telco”) di seluruh dunia menikmati pertumbuhan yang terus berkelanjutan, tidak hanya dari sisi pendapatan tetapi biaya inkrementalnya juga. Yang terjadi saat ini adalah ketika pertumbuhan kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan lagi, namun biaya inkremental tersebut terus membayangi dan susah ditekan, inilah yang menjadi pemicu suramnya rapor telco hampir di seluruh dunia.

Industri telekomunikasi sedang dan akan mengalami perubahan drastis. Kenyataannya hanya digital telco yang akan bertahan. Banyak telco tetap bermain dalam jasa telekomunikasi dasarnya (suara dan SMS), namun banyak juga dari mereka yang memilih beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar. Saat ini telco menghadapi tantangan besar dari over the top (OTT) seperti google, facebook, dll. Mereka hanya sedikit mengeluarkan biaya infrastruktur namun memberikan customer experience yang lebih baik sehingga meraup keuntungan jauh lebih besar dari pada telco. Disamping itu, telco juga mengalami tekanan yang luar biasa dari regulator di masing-masing Negara, tidak hanya perizinan dan aturan operasional namun juga pengaturan harga retail. Demikian juga dengan perkembangan digital yang sedang membumi sekarang, ternyata hanya sedikit saja yang bisa dinikmati telco. Sehingga jika telco tetap melakukan bisnis seperti biasanya saja (business as usual), maka tidak lama lagi mereka akan “tumbang” juga. Read more of this post

Peran Baru Finance: Dari Financial Controller Menjadi Strategic Influencer

Finance transformationOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA., CPA

Perubahan perekonomian dunia adalah keniscayaan yang harus kita hadapi, kemandirian ekonomi sepertinya hanya tinggal cerita dongeng saja karena terbukti tidak ada satu negarapun yang mampu menghindari kesaling terhubungan dan kesaling tergantungan dengan negara lain, sedikit saja negara super power menggeser indikator ekonominya langsung membuat geger negara lainnya. Oleh karena itu dunia finance juga harus menyesuaikan diri menghadapi gonjang-ganjing perekonomian yang kedepan diprediksi semakin sering terjadi. Paling tidak dalam catatan saya ada lima hal penting yang patut menjadi perhatian kita bersama menghadapi perubahan ini. Read more of this post

Ekspektasi Masyarakat Terhadap Bisnis Dan Akuntansi

BusinessOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan atau lebih tepatnya keuntungan adalah hal yang pokok bagi kelangsungan bisnis, walaupun bukan merupakan tujuan satu-satunya. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk. Pertama, keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan dalam kegiatan bisnisnya. Kedua, tanpa memperoleh keuntungan, tidak ada investor yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang menjamin kemakmuran nasional. Ketiga, keuntungan memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya bertahan melainkan juga dapat menghidupi karyawan-karyawannya.

Masalah penyimpangan yang dilakukan oleh akuntan publik sering terjadi di berbagai negara. Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat. Read more of this post

Simpanan Wajib Koperasi Sebagai Program Pensiun

Logo KoperasiOleh: Harry Andrian Simbolon SE, M.Ak, QIA, Ak, CA

Sejak bergabung di Perusahaan ini sekitar delapan tahun lalu saya langsung diikutsertakan Perusahaan dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dilaksanakan oleh Jamsostek (sekarang BPJS ketenagakerjaan, selanjutnya dalam tulisan ini tetap saya sebut dengan Jamsostek). Saat itu saya juga langsung mendaftar menjadi anggota koperasi karyawan di kantor saya. Tanpa saya sadari bahwa kedua program tersebut adalah program investasi karena ada dana yang berkembang disana, yang ada dibenak saya saat itu hanyalah program tersebut diwajibkan (Jamsostek) dan ikut teman-teman (anggota koperasi). Read more of this post

Menyoal Ambiguitas Undang Undang Kepailitan Indonesia

BankruptcyOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Kabar paling heboh dalam dunia bisnis di Indonesia baru-baru ini adalah perihal dipenuhinya permohonan pailit oleh PT Prima Jaya Informatika  terhadap PT Telkomsel  mengenai sengketa hutang piutang senilai Rp 5,2 miliar. Pertanyaan mendasar bagi para pelaku bisnis tentunya bagaimana mungkin PT Telkomsel yang memiliki aset puluhan triliun dipailitkan oleh PT Prima Jaya Informatika hanya karena sengketa utang piutang berjumlah Rp 5,2 miliar.

Kasus ini benar-benar menjadi pukulan telak terhadap iklim bisnis dan investasi di Indonesia. Kasus ini membuat para pelaku bisnis kembali menelisik konten dan substansi dari undang-undang kepailitan. Mungkin-mungkin saja suatu saat perusahaan mereka bisa dipailitkan. Saya pribadipun selaku pemerhati bisnis mencoba mempelajari undang-undang ini. Hasil analisa saya menyimpulkan setidaknya ada beberapa hal yang patut dikoreksi. Read more of this post