Sertifikasi Profesional Bidang Keuangan

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Sertifikasi profesional adalah suatu bentuk pengakuan atas keprofesionalan seseorang  akan bidang yang digelutinya. Dalam pasar tenaga kerja sertifikat profesional yang dimiliki sesorang menjadi daya jual orang tersebut, sertifikat tersebutlah yang membedakan tingkat kualitas dan keahlian seorang tenaga kerja dibanding dengan tenaga kerja lainnya. Misalkan saja seorang yang memiliki sertifikasi internal auditor tentu akan lebih dipercaya oleh manajemen perusahaan untuk dipekerjakan meng-audit perusahaan dibanding orang lain yang tidak memilikinya. Read more of this post

Advertisements

Kekuatan Sebuah Internal Marketing

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Dalam beberapa kali kesempatan, saya berulang kali mendengar ulasan para pakar dan praktisi management strategi yang masih meyakini keunggulan teori perang Sun Tzu.  Sun Tzu mengatakan bahwa kunci utama dalam meraih kemenangan terletak pada tiga faktor utama, yaitu senjata, medan pertempuran, dan prajurit. Dalam bisnis real ketiga faktor itu diterjemahkan sebagai teknologi (senjata), cakupan bisnis (medan pertemepuran) dan karyawan (prajurit). Dalam banyak kasus faktor teknologi dan cakupan bisnis bisa menjadi domain siapa saja. Saat ini semua perusahaan bisa menggunakan teknologi apapun karena menggunakan vendor yang sama dengan perusahaan pesaing. Demikian juga dengan cakupan wilayah, semua wilayah di Indonesia sudah menjadi arena bebas yang dapat digempur oleh setiap perusahan. Kunci utama dalam pertempuran yang sebenarnya terletak pada faktor prajurit – yang tidak lain adalah SDM perusahaan itu sendiri, karyawanlah yang memutar otak memilih dan menerapkan strategi yang tepat, karyawanlah yang harus bersusah payah mengamankan persaingan di lapangan dan karyawan pulalah yang menggerakkan lokomotif perusahaan. Read more of this post

Triton Energy: Globalisasi dan Korupsi Global

case-studies imageOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Untuk membiayai proyek besar Triton, Bill Lee (CEO Triton ) terpaksa mengurangi strategi kuno mereka untuk menigkatkan objek keuangan perusahaan. Awal 1980 Triton menemukan minyak di sebelah barat laut Perancis pada lokasi yang bersamaan dengan perusahaan minyak lain. Untuk mempercepat pengeboran dan untuk mengungguli kompetitor lain, Triton beraliansi dengan perusahaan minyak negara setempat– campagnie francaise des petroles. Partnership ini memberikan banyak keuntungan bagi Triton sejak perusahaan itu memberikan Triton akses kepada pemerintah Perancis dalam regulasi perminyakan. Seorang jurnalis bisnis mengatakan bahwa keahlian politik Triton adalah faktor kunci keberhasilannya. Triton terbukti dekat dengan orang-orang berpengaruh pada departemen perminyakan Perancis yang mengeluarkan ijin penambangan. Read more of this post

Johnson & Johnson’s Tylenol Scare

Case StudyOleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Pada hari kamis tgl 30 September 1982, laporan mulai diterima oleh kantor pusat Johnson & Johnson bahwa adanya korban meninggal dunia di Chicago setelah meminum kapsul obat Extra Strength  Tylenol. Kasus kematian ini menjadi awal penyebab rangkaian crisis management yang telah dilakukan oleh Johnson & Johnson. Read more of this post

Ford Explorers with Firestone Tires – A Killer Scenario

Case StudyOleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Kasus ini bermula dari banyaknya kasus kecelakaaan di jalan raya yang terjadi pada mobil Ford khususnya yang bertipe Explorers.  Ada sekitar 200 kasus kematian yang disebabakan mobil terguling di Amerika, dan lebih dari 50 kasus serupa terjadi di Venezuela, serta ada 14 kasus yang terjadi di Saudi Arabia. Permasalahannya siapakah yang layak dipersalahkan atas kasus-kasus kematian tersebut Ford atau si Pengemudi, atau ban yang digunakannya?? Read more of this post

Perlunya Berbisnis dengan Etika

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Sebenarnya, keberadaan etika bisnis tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan “remeh” seperti, “Saya belanja Rp 50.000 tapi cuma ditagih Rp 45.000. Perlu nggak saya lapor?”, atau, “Bisakah saya melakukan tindakan tidak etis/melanggar hukum untuk meningkatkan kinerja divisi saya?”, atau, “Should I accept this gift or bribe that is being given to me to close a big deal for the company?“, atau, “Is this standard we physicians have adopted violating the Hippo-cratic oath and the value it places on human life?“, dan pertanyaan-pertanyaan serupa lainnya. Read more of this post

Desentralisasi dan Akuntansi Pertanggungjawaban

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Perusahaan yang memiliki banyak pusat pertanggung-jawaban biasanya memilih satu dari dua pendekatan pengambilan keputusan: sentralisasi atau desentralisasi. Desentralisasi adalah praktek pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada jenjang yang lebih rendah.

Desentralisasi biasanya diujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut divisi. Satu cara pembedaan divisi adalah berdasarkan jenis barang atau jasa yang diproduksi,  garis geografis atau berdasarkan jenis pertanggungjawaban yaitu: pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat investasi. Pusat Investasi mencerminkan tingkat tertinggi desentralisasi, karena manajernya memiliki kebebasan untuk membuat beragam keputusan penting. Read more of this post