Seberapa Kuatkah Merek Tertanam di Kepala Anda?

Saat ini kemanapun kita melangkah, dan dimanapun kita berada selalu melekat merek-merek komersial yang ternama. Kita mau pergi, kita tinggal mengendarai mobil Toyota kebanggaan kita, sambil menggunakan baju Nevada, celana levis, sepatu Kicker, jam tangan Casio. Sejenak kita mampir di tempat peristirahatan ada banyak pilihan mulai dari starbuck, J-Co, McD, dll. Jikalau kita mampir ke mall dan ingin berbelanja pasti di kepala kita sudah tercatat merek-merek ternama yan hendak kita pilih. Artinya merek sudah sebegitu kuatnya mempengaruhi akal pikiran kita. Read more of this post

Advertisements

BRAND MANAGEMENT

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Merek (brand) telah menjadi elemen krusial yang berkontribusi terhadap kesuksesan sebuah organisasi pemasaran, baik perusahaan bisnis maupun nirlaba, pemanufaktur maupun penyedia jasa, dan organisasi lokal maupun global. Riset brand selama ini masih didominasi sektor consumer markets, terutama dalam kaitannya dengan produk fisik seperti barang. Namun demikian literature merek mulai berkembang pula untuk sektor pemasaran jasa, pemasaran bisnis dan pemasaran online. Bidang kajiannyapun sangat beragam, mulai dari sejarah manajemen merek, brand origin, brand pioneership dan brand name strategy hingga brand equity, brand extension, brand loyalty, dan global branding. Read more of this post

Harga Sebuah Loyalitas

Ayam Bakar dan Goreng Mang Oni, itulah nama lapak dagangannya yang ditulis di atas spanduk yang sudah kusam, hanya berukuran 1,5 x  4 meter berdiri tepat di atas trotoar, lokasinya pun menyempit di ujung jalan, namun yang anehnya selalu ramai dikunjungi pembeli. Sambalnya yang khas dan bumbunya yang meresap itulah mungkin yang membuat aku dan mungkin juga pembeli lainnya suka dengan masakannya. Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan perlakuan istimewa dari pemiliknya, usai makan dan hendak membayar, Mang Oni memberikanku sebuah sirup dalam kemasan botol sambil berkata: “Ini pak dari kami, buat pelanggan setia, besok-besok makan di sini lagi ya pak”. Inilah kali pertamanya aku mendapat sanjungan dari seorang pedagang kaki lima. Read more of this post