IFRS dan Sharing Economy

IFRS SEOleh: Harry Andrian Simbolon., SE., MAk., QIA., Ak., CA., CPA., CMA., CIBA

Konvergensi standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standards (IFRS) (sebelumnya International Accounting Standard (IAS)) oleh Indonesia adalah suatu yang tidak dapat dihindarkan lagi karena sudah disepakati dalam forum G20. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah mengambil sikap hanya satu tahun gap adopsi IFRS menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), artinya semua IFRS jika sudah berlaku efektif maka tahun depannya PSAK nya juga berlaku di Indonesia. Ketika proses konvergensi ini mulai digelorakan sejak satu dekade lalu, perlahan demi perlahan kekawatiran para pelaku bisnis dapat diatasi karena terjadi perubahan mendasar dari rule-based menjadi principle-based, artinya akuntansi tidak menjadi sesuatu ilmu yang kaku lagi, penuh dengan aturan yang rigid, dan bersifat pelaporan historis. Sekarang akuntansi kental dengan sentuhan pertimbangan, asumsi dan estimasi oleh manajemen, sepanjang didukung oleh analisa yang relevan. Disinilah letak permasalahannya, untuk menyediakan dukungan analisa ini, karena keterbatasan kemampuan dan kecakapan personil, manajemen membutuhkan jasa profesional yang ahli dibidangnya. Read more of this post

Advertisements

Financial Planning and Analysis dan Tantangan Akuntan Perusahaan

evolution-of-finance-k12352-01Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., MAk., QIA., Ak., CA., CPA., CMA., CIBA

Banyak perubahan yang telah terjadi dalam profesi akuntan di Indonesia dalam satu dekade terakhir ini, terlebih bagi akuntan perusahaan yang rutin menghasilkan laporan keuangan setiap bulannya. Dampak terbesar yang dirasakan bukanlah karena perubahan standar akuntansi yang mengikuti standar internasional, tetapi justru digitalisasi yang tidak dapat dihindarkan lagi. Setidaknya ada dua tantangan besar yang dihadapi akuntan perusahaan saat ini: pertama, kesiapan menghadapi digitalisasi fungsi keuangan tersebut; dan kedua, disiplin ilmu lain yang semakin mendominasi. Read more of this post

Menjadi Pemain Global Membutuhkan Global Mindset

Suatu Permenungan bagi Pencari Kerja dan Pekerja di Bidang Akuntansi dan Bisnis

Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., MAk., QIA., Ak., CA., CPA., CMA

Saat ini departemen saya kedatangan mahasiswa magang dari Singapore Institute of Management dual degree dengan Royal Melbourne Institute of Technology Australia. Beberapa waktu yang lalu kami juga menerima mahasiswa magang dari Southampton University United Kingdom. Ditambah lagi dengan penerimaan karyawan baru dua bulan lalu, dari 12 calon karyawan yang diwawancarai ada 5 diantaranya yang merupakan lulusan luar negeri. Serangkaian peristiwa ini membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran minat mahasiswa dan pencari kerja di Perusahaan kami seiring dengan semakin meningkatnya value Perusahaan di mata masyarakat.

Read more of this post

Momok IFRS 16 Bagi Sektor Telekomunikasi

leaseOleh: Harry Andrian Simbolon, SE, MAk, QIA, Ak, CA, CPA 

Pada tanggal 13 Januari 2016 International Accounting Standards Board (IASB) telah menerbitkan standar sewa baru yaitu IFRS 16 ‘lease’. Dengan dikeluarkan standar ini maka dimulailah era baru akuntansi sewa  – terutama bagi perusahaan penyewa (lessee). Jika pada standar sebelumnya (IAS 17) lessee harus membedakan antara sewa pembiayaan (finance lease) dan sewa operasi (operating lease), maka dalam standar baru ini lessee akan mengakui hampir semua kontrak sewa yang dimilikinya di laporan posisi keuangan, kecuali untuk sewa yang berdurasi jangka pendek dan sewa yang bernilai rendah. Bagi lessee yang sebelumnya telah menandatangani kontrak sewa dan diklasifikasikan sebagai sewa operasi, hal ini bisa berdampak besar bagi laporan keuangannya. Telekomunikasi adalah sektor yang sangat terpengaruh dari penerapan standar ini. Read more of this post

Mengetahui Perataan Laba Menggunakan Indeks Eckel

SL_Smoothing_GraphOleh: Harry Andrian Simbolon, SE, M.Ak, QIA, Ak, CA, CPA

Disebabkan karena masih banyaknya minat pembaca weblog saya ini yang menanyakan detail perhitungan perataan laba menggunakan alat analisis Indeks Eckel, maka dalam tulisan ini saya akan memberikan penjelasan secara comprehensive mengenai cara menghitungnya. Semoga setelah tulisan ini terbit, email saya tidak dipenuhi pertanyaan-pertanyaan seputar hal ini lagi.

Read more of this post

IFRS 15: Kekawatiran Yang Berlebihan?

Revenue RecognitionOleh:
Harry A. Simbolon, SE, M.Ak, QIA, Ak, CA, CPA
Iwan Setiawan, SE, MBA, CIA, Ak, CA

IFRS 15 Revenue from contracts with customers adalah standar yang dihasilkan atas kolaborasi bersama antara International Accounting Standard Board (IASB) yang standarnya telah dipakai hampir di seluruh dunia dan Financial Accounting Standard Board (FASB) yang standarnya dipakai oleh mayoritas perusahaan-perusahaan Amerika. Pada saat yang hampir bersamaan dengan diluncurkannya IFRS 15 ini oleh IASB, FASB juga meluncurkan Accounting Standards Update (ASU) 606 dengan judul yang sama. IFRS 15 ini diharapkan menjadi jembatan bagi harmonisasi standar akuntansi antara kedua standard body ini, sehingga harapan dari seluruh stakeholder laporan keuangan kedepan bahwa hanya ada satu “bahasa” dalam laporan keuangan bisa dicapai. Read more of this post

Penelitian Tentang Perataan Laba

SL_Smoothing_GraphOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA., CPA

Topik skripsi saya ketika mahasiswa S1 dulu tentang perataan laba entah mengapa masih sangat sering sekali ditanyakan kembali kepada saya, baik lewat kolom komentar di web ini, inbox ke facebook saya, ataupun ke email saya. Topik tersebut mungkin masih sangat relevan sekarang, makanya banyak adik-adik mahasiswa yang mengulasnya kembali menjadi skripsi. Read more of this post