Momok IFRS 16 Bagi Sektor Telekomunikasi

leaseOleh: Harry Andrian Simbolon, SE, MAk, QIA, Ak, CA, CPA 

Pada tanggal 13 Januari 2016 International Accounting Standards Board (IASB) telah menerbitkan standar sewa baru yaitu IFRS 16 ‘lease’. Dengan dikeluarkan standar ini maka dimulailah era baru akuntansi sewa  – terutama bagi perusahaan penyewa (lessee). Jika pada standar sebelumnya (IAS 17) lessee harus membedakan antara sewa pembiayaan (finance lease) dan sewa operasi (operating lease), maka dalam standar baru ini lessee akan mengakui hampir semua kontrak sewa yang dimilikinya di laporan posisi keuangan, kecuali untuk sewa yang berdurasi jangka pendek dan sewa yang bernilai rendah. Bagi lessee yang sebelumnya telah menandatangani kontrak sewa dan diklasifikasikan sebagai sewa operasi, hal ini bisa berdampak besar bagi laporan keuangannya. Telekomunikasi adalah sektor yang sangat terpengaruh dari penerapan standar ini. Read more of this post

Mengetahui Perataan Laba Menggunakan Indeks Eckel

SL_Smoothing_GraphOleh: Harry Andrian Simbolon, SE, M.Ak, QIA, Ak, CA, CPA

Disebabkan karena masih banyaknya minat pembaca weblog saya ini yang menanyakan detail perhitungan perataan laba menggunakan alat analisis Indeks Eckel, maka dalam tulisan ini saya akan memberikan penjelasan secara comprehensive mengenai cara menghitungnya. Semoga setelah tulisan ini terbit, email saya tidak dipenuhi pertanyaan-pertanyaan seputar hal ini lagi.

Read more of this post

IFRS 15: Kekawatiran Yang Berlebihan?

Revenue RecognitionOleh:
Harry A. Simbolon, SE, M.Ak, QIA, Ak, CA, CPA
Iwan Setiawan, SE, MBA, CIA, Ak, CA

IFRS 15 Revenue from contracts with customers adalah standar yang dihasilkan atas kolaborasi bersama antara International Accounting Standard Board (IASB) yang standarnya telah dipakai hampir di seluruh dunia dan Financial Accounting Standard Board (FASB) yang standarnya dipakai oleh mayoritas perusahaan-perusahaan Amerika. Pada saat yang hampir bersamaan dengan diluncurkannya IFRS 15 ini oleh IASB, FASB juga meluncurkan Accounting Standards Update (ASU) 606 dengan judul yang sama. IFRS 15 ini diharapkan menjadi jembatan bagi harmonisasi standar akuntansi antara kedua standard body ini, sehingga harapan dari seluruh stakeholder laporan keuangan kedepan bahwa hanya ada satu “bahasa” dalam laporan keuangan bisa dicapai. Read more of this post

Penelitian Tentang Perataan Laba

SL_Smoothing_GraphOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA., CPA

Topik skripsi saya ketika mahasiswa S1 dulu tentang perataan laba entah mengapa masih sangat sering sekali ditanyakan kembali kepada saya, baik lewat kolom komentar di web ini, inbox ke facebook saya, ataupun ke email saya. Topik tersebut mungkin masih sangat relevan sekarang, makanya banyak adik-adik mahasiswa yang mengulasnya kembali menjadi skripsi. Read more of this post

Permasalahan Tower Selesai dengan Surat Edaran OJK

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., MAk., QIA., Ak., CA

1307969_towerrrrrrDiskusi panjang mengenai pengakuan dan pengukuran tower telekomunikasi pada laporan keuangan emiten di Indonesia akhirnya disudahi dengan dua lembar Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan  Nomor 27/SEOJK.04/2015. Permasalahan ini awalnya meruncing karena multi tafsir defenisi bangunan dalam PSAK 13: Properti investasi dan PSAK 16: Aset tetap, bahkan perdebatan sengit juga terjadi di international standard body-nya sendiri. Di Indoneisa jalan keluarnya ternyata cukup diselesaikan dengan dua lembar surat sakti itu. Read more of this post

Toshiba Accounting Scandal: Runtuhnya Etika Bangsa Jepang Yang Sangat Diagungkan Itu

ToshibaOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., MAk., QIA., Ak., CA

Skandal akuntansi yang sering terjadi selama ini, sebagaimana yang kita pelajari dalam teks book business/accounting ethic atau kita ketahui dalam jurnal bisnis, biasanya selalu didominasi oleh perusahaan-perusahaan barat, seperti Enron, Xeroc, Worlddotcom, Triton, dll. Makanya ketika saya mengetahui bahwa telah terjadi skandal akuntansi di Toshiba, seakan tak percaya bahwa bangsa yang selama ini dikenal sangat menjunjung tinggi moralitas dan etika ini, dan tentunya rasa malu, juga bisa jatuh di jurang yang sama. Meskipun sebelumnya ada kasus Olympus di Jepang, namun tidak segempar Toshiba yang lebih dikenal masyarakat dunia ini. Read more of this post

Ekspektasi Masyarakat Terhadap Bisnis Dan Akuntansi

BusinessOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan atau lebih tepatnya keuntungan adalah hal yang pokok bagi kelangsungan bisnis, walaupun bukan merupakan tujuan satu-satunya. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk. Pertama, keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan dalam kegiatan bisnisnya. Kedua, tanpa memperoleh keuntungan, tidak ada investor yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang menjamin kemakmuran nasional. Ketiga, keuntungan memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya bertahan melainkan juga dapat menghidupi karyawan-karyawannya.

Masalah penyimpangan yang dilakukan oleh akuntan publik sering terjadi di berbagai negara. Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat. Read more of this post