Penelitian Tentang Perataan Laba

SL_Smoothing_GraphOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA., CPA

Topik skripsi saya ketika mahasiswa S1 dulu tentang perataan laba entah mengapa masih sangat sering sekali ditanyakan kembali kepada saya, baik lewat kolom komentar di web ini, inbox ke facebook saya, ataupun ke email saya. Topik tersebut mungkin masih sangat relevan sekarang, makanya banyak adik-adik mahasiswa yang mengulasnya kembali menjadi skripsi. Read more of this post

Permasalahan Tower Selesai dengan Surat Edaran OJK

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., MAk., QIA., Ak., CA

1307969_towerrrrrrDiskusi panjang mengenai pengakuan dan pengukuran tower telekomunikasi pada laporan keuangan emiten di Indonesia akhirnya disudahi dengan dua lembar Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan  Nomor 27/SEOJK.04/2015. Permasalahan ini awalnya meruncing karena multi tafsir defenisi bangunan dalam PSAK 13: Properti investasi dan PSAK 16: Aset tetap, bahkan perdebatan sengit juga terjadi di international standard body-nya sendiri. Di Indoneisa jalan keluarnya ternyata cukup diselesaikan dengan dua lembar surat sakti itu. Read more of this post

Toshiba Accounting Scandal: Runtuhnya Etika Bangsa Jepang Yang Sangat Diagungkan Itu

ToshibaOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., MAk., QIA., Ak., CA

Skandal akuntansi yang sering terjadi selama ini, sebagaimana yang kita pelajari dalam teks book business/accounting ethic atau kita ketahui dalam jurnal bisnis, biasanya selalu didominasi oleh perusahaan-perusahaan barat, seperti Enron, Xeroc, Worlddotcom, Triton, dll. Makanya ketika saya mengetahui bahwa telah terjadi skandal akuntansi di Toshiba, seakan tak percaya bahwa bangsa yang selama ini dikenal sangat menjunjung tinggi moralitas dan etika ini, dan tentunya rasa malu, juga bisa jatuh di jurang yang sama. Meskipun sebelumnya ada kasus Olympus di Jepang, namun tidak segempar Toshiba yang lebih dikenal masyarakat dunia ini. Read more of this post

Ekspektasi Masyarakat Terhadap Bisnis Dan Akuntansi

BusinessOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan atau lebih tepatnya keuntungan adalah hal yang pokok bagi kelangsungan bisnis, walaupun bukan merupakan tujuan satu-satunya. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk. Pertama, keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan dalam kegiatan bisnisnya. Kedua, tanpa memperoleh keuntungan, tidak ada investor yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang menjamin kemakmuran nasional. Ketiga, keuntungan memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya bertahan melainkan juga dapat menghidupi karyawan-karyawannya.

Masalah penyimpangan yang dilakukan oleh akuntan publik sering terjadi di berbagai negara. Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat. Read more of this post

Perubahan PSAK 24

Employee BenefitOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

PSAK 24 (Imbalan Kerja) Revisi 2013 telah efektif mulai tanggal 1 Januari 2015 dan berlaku retrospektif. PSAK 24R ini mengadopsi standar international IAS 19R. Perbedaan utama dengan PSAK sebelumnya adalah sebagai berikut:

Read more of this post

Qwest Case: Internal Control

case-studies imageOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA., Ak., CA

Ketika Joseph Nacchio menjadi CEO Qwest pada Januari 1997, strategi untuk membangun jaringan serat optik di seluruh kota-kota besar di Amerika Serikat mulai bergeser ke arah layanan komunikasi. Pada saat Qwest merilis pendapatan pada tahun 1998, Nacchio menyatakan keberhasilan transisi Qwest dari sebuah Perusahaan konstruksi jaringan menjadi penyedia layanan komunikasi, mengalihkan Qwest menjadi Perusahaan multimedia terkemuka yang fokus pada konvergensi data, video, dan layanan suara. Read more of this post

Pemberian Sertifikat CA tahun 2015 kepada Akuntan Beregister Negara tanpa mengikuti ujian

CASource: Ikatan Akuntan Indonesia

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah memberikan sertifikasi Chartered Accountant (CA) kepada sekitar 15.600 Akuntan Beregister Negara selama masa grandfathering yang berlangsung sejak CA diluncurkan pada 19 Desember 2012 hingga 31 Desember 2014. Dalam rangka memberikan kesempatan bagi Akuntan Beregister Negara untuk mendapatkan sertifikasi CA tanpa melalui jalur ujian, Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI memutuskan pemberian sertifikat CA tahun 2015 kepada Akuntan Beregister Negara. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan IAI No. Kep-01/P/DPN/IAI/III/2015 yang telah ditandatangani Ketua DPN IAI, Prof. Mardiasmo pada 2 Maret 2015. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers