Tantangan Dan Masa Depan Industri Telekomunikasi Dari Perspektif Keuangan

telco1Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE, MAk, QIA, Ak, CA, CPA

Sebelum ini perusahaan telekomunikasi (“telco”) di seluruh dunia menikmati pertumbuhan yang terus berkelanjutan, tidak hanya dari sisi pendapatan tetapi biaya inkrementalnya juga. Yang terjadi saat ini adalah ketika pertumbuhan kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan lagi, namun biaya inkremental tersebut terus membayangi dan susah ditekan, inilah yang menjadi pemicu suramnya rapor telco hampir di seluruh dunia.

Industri telekomunikasi sedang dan akan mengalami perubahan drastis. Kenyataannya hanya digital telco yang akan bertahan. Banyak telco tetap bermain dalam jasa telekomunikasi dasarnya (suara dan SMS), namun banyak juga dari mereka yang memilih beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar. Saat ini telco menghadapi tantangan besar dari over the top (OTT) seperti google, facebook, dll. Mereka hanya sedikit mengeluarkan biaya infrastruktur namun memberikan customer experience yang lebih baik sehingga meraup keuntungan jauh lebih besar dari pada telco. Disamping itu, telco juga mengalami tekanan yang luar biasa dari regulator di masing-masing Negara, tidak hanya perizinan dan aturan operasional namun juga pengaturan harga retail. Demikian juga dengan perkembangan digital yang sedang membumi sekarang, ternyata hanya sedikit saja yang bisa dinikmati telco. Sehingga jika telco tetap melakukan bisnis seperti biasanya saja (business as usual), maka tidak lama lagi mereka akan “tumbang” juga. Read more of this post

Advertisements

Kekuatan Sebuah Internal Marketing

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Dalam beberapa kali kesempatan, saya berulang kali mendengar ulasan para pakar dan praktisi management strategi yang masih meyakini keunggulan teori perang Sun Tzu.  Sun Tzu mengatakan bahwa kunci utama dalam meraih kemenangan terletak pada tiga faktor utama, yaitu senjata, medan pertempuran, dan prajurit. Dalam bisnis real ketiga faktor itu diterjemahkan sebagai teknologi (senjata), cakupan bisnis (medan pertemepuran) dan karyawan (prajurit). Dalam banyak kasus faktor teknologi dan cakupan bisnis bisa menjadi domain siapa saja. Saat ini semua perusahaan bisa menggunakan teknologi apapun karena menggunakan vendor yang sama dengan perusahaan pesaing. Demikian juga dengan cakupan wilayah, semua wilayah di Indonesia sudah menjadi arena bebas yang dapat digempur oleh setiap perusahan. Kunci utama dalam pertempuran yang sebenarnya terletak pada faktor prajurit – yang tidak lain adalah SDM perusahaan itu sendiri, karyawanlah yang memutar otak memilih dan menerapkan strategi yang tepat, karyawanlah yang harus bersusah payah mengamankan persaingan di lapangan dan karyawan pulalah yang menggerakkan lokomotif perusahaan. Read more of this post

Strategi Bersaing Korporasi

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Staregi korporasi dapat dijelaskan dengan tiga pendekatan umum yang lazim disebut dengan grand strategi, yaitu; pertumbuhan (growth), mejaga kestabilan (stability) dan menarik diri (retrenchment). Ketiga langkah itu dapat dianalogikan secara sederhana pada seseorang yang melangkah ke depan, diam ditempat atau mundur pada saat berperang. Ada dua bel;as macam strategy (grand strategi) yang dapat dijalankan perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan bersaing suatu unit bisnis yaitu: concentration, market development, product development, innovation, horizontal untegration, vertical integration, join venture, concentric, diversification, conglomerate diversication, retrenchment/turnaround, divesture dan liquidation. Read more of this post

Strategy Bersaing

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Dalam menyusun strategi untuk meraih keunggulan bersaing, setiap perusahaan dihadapkan pada situasi dan kondisi yang berbeda-beda yang terjadi dalam lingkungan intern maupun ekstern perusahaan, jauh maupun dekat. Peluang tersebut akan menjadi kenyataan jika perusahaan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki secara cermat dan menghindar dari ancaman jika dapat mengatasi kelemahan yang dimiliki. Read more of this post

Analisis Intern

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Analisis intern akan dapat menunjukkan berbagai kelemahan yang melekat pada perusahaan. Kesadaran bahwa perusahaan punya keterbatasan akan mendorong manajemen perusahaan  untuk berpikir dan bertindak realistis menghadapi isu-isu strategis yang sedang dihadapi perusahaan dan berusaha menyusun program prioritas. Ada lima hal yang ingin dicapai dalam analisis intern, yaitu:

  1. Untuk menilai apakah strategi sekarang telah berjalan dengan baik ?
  2. Apa kekuatan mupun kelemahan atau kemampuan istimewa perusahaan ?
  3. Apakah harga jual dan biaya perusahaan cukup bersaing ?
  4. Seberapa kuat posisi bersaing perusahaan ?
  5. Isu-isu strategis apa yang dihadapi perusahaan ? Read more of this post

Analisis Persaingan dan Industri

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Ada dua lingkungan utama yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi yaitu:

  1. Perubahan lingkungan ekstern perusahaan yang mencakup lingkungan pekerjaan atau industri dan lingkungan social (societal environment).
  2. Perubahan lingkungan intern perusahaan.

Ada hubungan yang sangat erat antara perubahan lingkungan dengan perubahan aspek-aspek penting keberhasilan misi perusahaan. Perubahan lingkungan perusahaan yang signifikan jelas akan merubah pula key success perusahaan. Perusahaan yang dapat berkembang dengan baik, pada umumnya adalah perusahaan yang selalu melakukan inovaasi tiada henti. Read more of this post

Perumusan Strategi

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

PENETAPAN VISI DAN MISI

Visi manajemen merupakan suatu perspektif gambaran besar yang diinginkan tentang: siapa kita ini sebenarnya (who we are), apa yang kita kerjakan (what we do) dan kemana kita akan pergi (where we are headed). Visi merupakan gambaran perubahan pada masa datang yang ingin kita ciptakan. Sedangkan misi adalah jalan yang perlu ditempuh (the chosen track) agar visi dapat tercapai. Misi berfungsi sebagai peta dalam perjalanan organisasi untuk mencapai cita-cita yang diharapkannya tercapai di masa yang akan datang. Read more of this post