Dari Krisis MSCI Menuju Transparansi


Oleh: Harry Andrian Simbolon (Alumni Lemhannas RI, Pengamat Tata Kelola)

Peringatan keras yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada akhir Januari 2026 terdengar seperti petir di siang bolong. IHSG mengalami koreksi 7,36% pada hari pertama perdagangannya dan terus terkoreksi hingga 16,7% selama dua hari perdagangan berikutnya. Hal ini bukanlah koreksi pasar biasa, tetapi merupakan tamparan keras bagi kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.

Read more of this post

Meningkatkan Jumlah Investor di Indonesia

Pasar Modal IndonesiaOleh:
Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA
Lisa Lawrentiis, SE., MM
Joevan Yudha, SE
Adam Zulfikar, SE
Agus Triana Putra, SE

Usia pasar modal Indonesia sebenarnya tidak lagi muda, sebab bangsa ini sudah mengenal pasar modal sejak tahun 1912 lalu. Sayangnya meski berumur lebih dari seabad, belum mayoritas masyarakat Indonesia yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi. Fakta itu terlihat dari sub rekening efek investor domestik yang tercatat, jumlahnya hanya sekitar angka 376.000 per 30 September 2013. Bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta jiwa. Peningkatan jumlah investor domestik merupakan tantangan bagi pasar modal Indonesia. Rencana­rencana strategis pun dicanangkan, di antaranya dengan diselenggarakannya program Gerakan Cinta Pasar Modal pada tahun 2013 ini.  Read more of this post