Perumusan Strategi

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

PENETAPAN VISI DAN MISI

Visi manajemen merupakan suatu perspektif gambaran besar yang diinginkan tentang: siapa kita ini sebenarnya (who we are), apa yang kita kerjakan (what we do) dan kemana kita akan pergi (where we are headed). Visi merupakan gambaran perubahan pada masa datang yang ingin kita ciptakan. Sedangkan misi adalah jalan yang perlu ditempuh (the chosen track) agar visi dapat tercapai. Misi berfungsi sebagai peta dalam perjalanan organisasi untuk mencapai cita-cita yang diharapkannya tercapai di masa yang akan datang. Read more of this post

Pengantar Manajemen Strategy

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Strategi manajemen adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis oleh manajemen untuk merumuskan strategi, menjalankan strategi, dan mengevaluasi strategi  dalam rangka menyediakan nilai-nilai yang terbaik bagi seluruh pelanggan untuk mewujudkan visi organisasi. Read more of this post

Johnson & Johnson’s Tylenol Scare

Case StudyOleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Pada hari kamis tgl 30 September 1982, laporan mulai diterima oleh kantor pusat Johnson & Johnson bahwa adanya korban meninggal dunia di Chicago setelah meminum kapsul obat Extra Strength  Tylenol. Kasus kematian ini menjadi awal penyebab rangkaian crisis management yang telah dilakukan oleh Johnson & Johnson. Read more of this post

Ford Explorers with Firestone Tires – A Killer Scenario

Case StudyOleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Kasus ini bermula dari banyaknya kasus kecelakaaan di jalan raya yang terjadi pada mobil Ford khususnya yang bertipe Explorers.  Ada sekitar 200 kasus kematian yang disebabakan mobil terguling di Amerika, dan lebih dari 50 kasus serupa terjadi di Venezuela, serta ada 14 kasus yang terjadi di Saudi Arabia. Permasalahannya siapakah yang layak dipersalahkan atas kasus-kasus kematian tersebut Ford atau si Pengemudi, atau ban yang digunakannya?? Read more of this post

Perlunya Berbisnis dengan Etika

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Sebenarnya, keberadaan etika bisnis tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan “remeh” seperti, “Saya belanja Rp 50.000 tapi cuma ditagih Rp 45.000. Perlu nggak saya lapor?”, atau, “Bisakah saya melakukan tindakan tidak etis/melanggar hukum untuk meningkatkan kinerja divisi saya?”, atau, “Should I accept this gift or bribe that is being given to me to close a big deal for the company?“, atau, “Is this standard we physicians have adopted violating the Hippo-cratic oath and the value it places on human life?“, dan pertanyaan-pertanyaan serupa lainnya. Read more of this post

Desentralisasi dan Akuntansi Pertanggungjawaban

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Perusahaan yang memiliki banyak pusat pertanggung-jawaban biasanya memilih satu dari dua pendekatan pengambilan keputusan: sentralisasi atau desentralisasi. Desentralisasi adalah praktek pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada jenjang yang lebih rendah.

Desentralisasi biasanya diujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut divisi. Satu cara pembedaan divisi adalah berdasarkan jenis barang atau jasa yang diproduksi,  garis geografis atau berdasarkan jenis pertanggungjawaban yaitu: pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat investasi. Pusat Investasi mencerminkan tingkat tertinggi desentralisasi, karena manajernya memiliki kebebasan untuk membuat beragam keputusan penting. Read more of this post

Siklus Akuntansi: Penandingan dan Penyesuaian

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Konsep Penandingan

Pada waktu akuntan menyiapkan laporan keuangan, mereka berasumsi bahwa umur ekonomi suatu bisnis dapat dibagi ke dalam beberapa periode waktu. Dalam menggunakan konsep periode akuntansi ini, akuntan harus menentukan dalam periode mana pendapatan dan beban bisnis akan dilaporkan. Untuk menentukan periode yang tepat, akuntan akan menggunakan (1) akuntansi dasar kas atau (2) akuntansi dasar akrual. Read more of this post

Transaksi Dasar Akuntansi

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Debet Dan Kredit

Istilah debet dan kredit masing-masing berarti kiri dan kanan. Kedua istilah ini tidak berarti peningkatan atau penurunan, dan digunakan secara berulang-ulang dalam proses pencatatan untuk menggambarkan dimana ayat jurnal dibuat.

Dalam sistem berpasangan untuk setiap debet harus ada kredit dan begitu juga sebaliknya. Dengan demikian, hal ini membawa kita ke persamaan dasar akuntansi berikut ini seperti yang diungkapkan  pada bab sebelumnya. Selanjutnya untuk memperluas persamaan tersebut dan dampaknya bagi akun tersebut dapat dijelaskan dalam bagan berikut ini. Read more of this post