Tantangan Dan Masa Depan Industri Telekomunikasi Dari Perspektif Keuangan

telco1Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE, MAk, QIA, Ak, CA, CPA

Sebelum ini perusahaan telekomunikasi (“telco”) di seluruh dunia menikmati pertumbuhan yang terus berkelanjutan, tidak hanya dari sisi pendapatan tetapi biaya inkrementalnya juga. Yang terjadi saat ini adalah ketika pertumbuhan kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan lagi, namun biaya inkremental tersebut terus membayangi dan susah ditekan, inilah yang menjadi pemicu suramnya rapor telco hampir di seluruh dunia.

Industri telekomunikasi sedang dan akan mengalami perubahan drastis. Kenyataannya hanya digital telco yang akan bertahan. Banyak telco tetap bermain dalam jasa telekomunikasi dasarnya (suara dan SMS), namun banyak juga dari mereka yang memilih beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar. Saat ini telco menghadapi tantangan besar dari over the top (OTT) seperti google, facebook, dll. Mereka hanya sedikit mengeluarkan biaya infrastruktur namun memberikan customer experience yang lebih baik sehingga meraup keuntungan jauh lebih besar dari pada telco. Disamping itu, telco juga mengalami tekanan yang luar biasa dari regulator di masing-masing Negara, tidak hanya perizinan dan aturan operasional namun juga pengaturan harga retail. Demikian juga dengan perkembangan digital yang sedang membumi sekarang, ternyata hanya sedikit saja yang bisa dinikmati telco. Sehingga jika telco tetap melakukan bisnis seperti biasanya saja (business as usual), maka tidak lama lagi mereka akan “tumbang” juga. Read more of this post

Simpanan Wajib Koperasi Sebagai Program Pensiun

Logo KoperasiOleh: Harry Andrian Simbolon SE, M.Ak, QIA, Ak, CA

Sejak bergabung di Perusahaan ini sekitar delapan tahun lalu saya langsung diikutsertakan Perusahaan dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dilaksanakan oleh Jamsostek (sekarang BPJS ketenagakerjaan, selanjutnya dalam tulisan ini tetap saya sebut dengan Jamsostek). Saat itu saya juga langsung mendaftar menjadi anggota koperasi karyawan di kantor saya. Tanpa saya sadari bahwa kedua program tersebut adalah program investasi karena ada dana yang berkembang disana, yang ada dibenak saya saat itu hanyalah program tersebut diwajibkan (Jamsostek) dan ikut teman-teman (anggota koperasi). Read more of this post

Marzuki Ali: Direktur Keuangan PLN Kok Insinyur?

Ketua DPR RI Marzuki Alie menyarankan agar direktur-direktur keuangan perusahaan harus dari akuntan. Hal ini agar bisa mengetahui sampai ke bawahnya.

“Direktur keuangan harus diisi dari akuntan atau keuangan. Ada direktur keuangan dijabat engineer makanya rugi makin banyak,” ujar Ketua DPR RI Marzuki Alie, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/11/2012). Read more of this post

Sertifikasi Profesional Bidang Keuangan

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Sertifikasi profesional adalah suatu bentuk pengakuan atas keprofesionalan seseorang  akan bidang yang digelutinya. Dalam pasar tenaga kerja sertifikat profesional yang dimiliki sesorang menjadi daya jual orang tersebut, sertifikat tersebutlah yang membedakan tingkat kualitas dan keahlian seorang tenaga kerja dibanding dengan tenaga kerja lainnya. Misalkan saja seorang yang memiliki sertifikasi internal auditor tentu akan lebih dipercaya oleh manajemen perusahaan untuk dipekerjakan meng-audit perusahaan dibanding orang lain yang tidak memilikinya. Read more of this post