Aspek Akuntansi Kasus Pailit PT Telkomsel

BankruptcyOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Kasus pailit PT Telkomsel seyogyanya berada pada ranah hukum, namun substansi dari kasus ini merupakan pemahaman atas konsep dasar akuntansi yaitu pengakuan utang piutang. Dalam tulisan singkat ini, saya akan mengupas kasus ini dari sudut pandang akuntansi.

Seperti kita ketahui bersama, kasus ini bermula dari sengketa utang piutang antara PT Telkomsel dan PT Prima Jaya Informatika. Pada tanggal 1 Juni 2011 PT Telkomsel menandatangani memorandum of understanding (MoU) nomor PKS.591/LG.05/SL-01/VI/2011 dan 031/PKS/PJI-TD/VI/2011 dengan Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) untuk menjual produk PT Telkomsel, yakni kartu perdana dan voucher isi ulang (disebut dengan kartu prima) kepada para atlet di Indonesia. Untuk mengeksekusi MoU tersebut, YOI kemudian menunjuk PT Prima Jaya Informatika. Read more of this post

Menyoal Ambiguitas Undang Undang Kepailitan Indonesia

BankruptcyOleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Kabar paling heboh dalam dunia bisnis di Indonesia baru-baru ini adalah perihal dipenuhinya permohonan pailit oleh PT Prima Jaya Informatika  terhadap PT Telkomsel  mengenai sengketa hutang piutang senilai Rp 5,2 miliar. Pertanyaan mendasar bagi para pelaku bisnis tentunya bagaimana mungkin PT Telkomsel yang memiliki aset puluhan triliun dipailitkan oleh PT Prima Jaya Informatika hanya karena sengketa utang piutang berjumlah Rp 5,2 miliar.

Kasus ini benar-benar menjadi pukulan telak terhadap iklim bisnis dan investasi di Indonesia. Kasus ini membuat para pelaku bisnis kembali menelisik konten dan substansi dari undang-undang kepailitan. Mungkin-mungkin saja suatu saat perusahaan mereka bisa dipailitkan. Saya pribadipun selaku pemerhati bisnis mencoba mempelajari undang-undang ini. Hasil analisa saya menyimpulkan setidaknya ada beberapa hal yang patut dikoreksi. Read more of this post

Otak Kanan Marketing, Otak Kiri Accounting

Oleh: Hermawan Kartajaya

Tony Fernandez, warga negara Malaysia itu, menyatakan pindah ke Jakarta setelah AirAsia tidak jadi “kawin” dengan Malaysia Airlines dengan cara tukar saham. Sepertinya Tony Fernandez terlalu kreatif untuk dipaksa bekerja sama dengan maskapai nasional resmi Malaysia itu.

Saya kali pertama kenal Tony ketika AirAsia masih berkantor di basement. Read more of this post

Penyajian Laporan Keuangan

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Semenjak dikeluarkannya PSAK No. 1 (Revisi 2009) pada tanggal 15 Desember 2009 dan berlaku efektif 1 Januari 2011, Penyajian Laporan Keuangan Perusahaan di Indonesia harus berpedoman pada standar tersebut. Standar tersebut merupakan adopsi dari International Audit Standard (IAS) 1: Presentation of Financial Statements per 1 Januari 2009.

Dalam tulisan ini saya akan menyajikan paparan singkat mengenai kandungan yang terdapat dalam PSAK No. 1 tersebut.

Ada beberapa istilah baru atau penggantian istilah yang mungkin agak sedikit asing terdengar oleh kita, beberapa diantaranya adalah: Read more of this post

Jumlah Akuntan RI Kalah Jauh dari Malaysia

Meskipun jumlah rakyat Indonesia mencapai 237 juta orang lebih, namun jumlah akuntan di Indonesia kalah jauh dengan Malaysia yang jumlah penduduknya hanya 27 juta orang. Read more of this post

Accounting is Nothing

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Dalam suatu kesempatan bimbingan thesis dengan dosen pembimbing saya, alangkah terkejutnya saya mendengar pernyataannya “accounting is nothing”. Karena keingintahuan, saya berusaha mengorek lebih banyak hal  tentang pernyataan tersebut. Setelah saya tanya, ternyata dosen saya itu mengutip pernyataan tersebut dari dosen S3-nya di Universitas Katolik Leuven Belgia. Dalam tulisan singkat ini, akan saya paparkan mengapa pernyataan itu bisa keluar. Read more of this post

Boediono Minta RI Pakai Standar Akuntansi Internasional

Wakil Presiden Boediono meminta kepada kalangan dunia usaha di Tanah Air menerapkan akuntansi berstandar internasional. Diharapkan laporan keuangan menjadi berkualitas dan transparan. Read more of this post

IFRS First Time Adoption

Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., M.Ak., QIA

Target waktu implementasi IFRS di Indonesia tinggal hitungan bulan lagi, direncanakan  Indonesia akan Full convergence pada tanggal 1 Januari 2012. Namun pada kenyataannya sampai dengan saat ini IFRS 1: First Time Adoption sama sekali belum diadopsi oleh IAI. Beberapa perusahaan besar di Indonesia malah sudah lebih dulu meng-hire konsultan ternama untuk mengantisipasi first time adoption IFRS ini di perusahaannya. Read more of this post