Mengupas Seluk Beluk Fraud dan Cara Mengatasinya

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Semua organisasi, apapun jenis, bentuk, skala operasi dan kegiatannya memiliki risiko terjadinya fraud atau kecurangan. Fraud atau kecurangan tersebut, selain memberi keuntungan bagi pihak yang melakukannya, membawa dampak yang cukup fatal, seperti misalnya hancurnya reputasi organisasi, kerugian organsisasi, kerugian keuangan Negara, rusaknya moril karyawan serta dampak-dampak negatif lainnya. Read more of this post

Monopoli Audit Segera Berakhir

Sebanyak 17.817 proyek audit selama ini dikerjakan hanya oleh empat kantor akuntan publik besar di Indonesia. Monopoli pekerjaan audit ini akan segera diakhiri dengan dibahasnya Rancangan Undang-Undang Akuntan Publik di DPR. Read more of this post

Akuntan Tak Profesional Picu Krisis Besar

Penyelesaian krisis yang mahal itu terjadi karena fungsi akuntan publik tidak diperhatikan

Tak hanya Rancangan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah juga mendesak RUU Akuntan Publik guna segera disahkan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Undang-undang ini penting karena pelaksanaan ekonomi di negeri ini ditunjang fungsi akuntan publik. Read more of this post

Paradigma Baru Internal Audit

Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., M.Ak., QIA

Sebagian besar orang masih menganggap bahwa Internal Auditor (IA) sama saja seperti anjing penjaga (watchdog) yang menjadi mata-mata pemilik perusahaan. Tugasnya melaporkan jika terjadi ketidakberesan di dalam perusahan, termasuk di dalamnya penyimpangan dan ketidak sependapatan. Saya pun dulu berpikir demikian hingga akhirnya saya paham betul setelah berkecimpung langsung dalam profesi ini. Read more of this post

Menuju Penerapan IFRS 2011

Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., M.Ak., QIA dan Ludovikus Nadeak., SE,. S.Si

Masih teringat oleh kita kasus Enron yang menghebohkan jagad bisnis dunia sewindu yang lalu, perusahaan energi raksasa milik Amerika itu membuat tercengang para pelaku bisnis di seluruh penjuru dunia karena kiprahnya menciptakan pertumbuhan yang sangat fenomenal hanya dalam waktu singkat, namun akhirnya bankrut dalam waktu singkat pula. Arthur Andersen yang bertindak sebagai auditor eksternal Enron saat itu harus merelakan kantornya di seluruh dunia membubarkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ulahnya “menukangi” praktik akuntansi dengan cara yang tidak lazim. Demikian juga kasus-kasus lainnya seperti Xerox, World dot Com, Bank Global, Great River, Bank Summa, dll yang memiliki karakteristik serupa. Read more of this post

Profesi Akuntan Terancam, RUU Ditolak

IAPI mengkritisi aspek pengenaan sanksi pidana dan liberasi akuntan publik asing.

Akuntan publik yang tergabung dalam Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menolak materi yang tercantum dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Akuntan Publik. Materi RUU tersebut dianggap dapat mengancam keberadaan profesi akuntan publik di masa mendatang. Read more of this post

Menyuap Demi Status WTS

briberyLagi-lagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan taringnya. Korbannya lagi-lagi tertangkap tangan sedang menerima dan membawa uang suap. Namun yang menjadikan kasus ini unik dan berbeda dibanding kasus suap lainnya adalah suap dilakukan demi status laporan keuangan WTS (Wajar Tanpa Syarat) atau dalam bahasa auditnya disebut unqualified opinion. Suap dilakukan oleh oknum Pemerintah kota Bekasi kepada auditor BPK yang sedang mengaudit laporan keuangan Pemkot Bekasi.

Kasus suap ini dengan seketika membuat mata orang banyak terpelongok dan memberikan perhatiannya pada ilmu akuntansi dan audit. Karena objek korupsi disini adalah laporan audit. Banyak pihak yang bingung dan tidak mengerti, kenapa demi hasil audit saja rela melakukan suap, dalam tulisan yang saya sajikan ini saya paparkan penjelasan secara sederhana, semoga berguna. Read more of this post

Kekuatan Sebuah Internal Marketing

Oleh: Harry Andrian Simbolon SE., M.Ak., QIA

Dalam beberapa kali kesempatan, saya berulang kali mendengar ulasan para pakar dan praktisi management strategi yang masih meyakini keunggulan teori perang Sun Tzu.  Sun Tzu mengatakan bahwa kunci utama dalam meraih kemenangan terletak pada tiga faktor utama, yaitu senjata, medan pertempuran, dan prajurit. Dalam bisnis real ketiga faktor itu diterjemahkan sebagai teknologi (senjata), cakupan bisnis (medan pertemepuran) dan karyawan (prajurit). Dalam banyak kasus faktor teknologi dan cakupan bisnis bisa menjadi domain siapa saja. Saat ini semua perusahaan bisa menggunakan teknologi apapun karena menggunakan vendor yang sama dengan perusahaan pesaing. Demikian juga dengan cakupan wilayah, semua wilayah di Indonesia sudah menjadi arena bebas yang dapat digempur oleh setiap perusahan. Kunci utama dalam pertempuran yang sebenarnya terletak pada faktor prajurit – yang tidak lain adalah SDM perusahaan itu sendiri, karyawanlah yang memutar otak memilih dan menerapkan strategi yang tepat, karyawanlah yang harus bersusah payah mengamankan persaingan di lapangan dan karyawan pulalah yang menggerakkan lokomotif perusahaan. Read more of this post